Materi pelatihan — khusus peserta terdaftar. Isi data diri dan kode akses yang Anda terima dari panitia.
Sepuluh tahap berurutan. Selesaikan satu, baru lanjut ke berikutnya. Di akhir sesi Anda pulang membawa satu video iklan produk berdurasi 10 detik yang siap tayang di Reels dan TikTok.
Tiga bagian besar. Jangan lompat — tiap tahap memakai hasil tahap sebelumnya.
Paham AI sekarang bisa apa, alat mana untuk tugas apa, dan menyiapkan akun serta bahan.
Hasil: akun siap + 3 foto produk
Kenali kenapa video AI ketahuan, rancang storyboard, ubah jadi prompt, lalu hasilkan klipnya.
Hasil: 10 klip video
Rangkai jadi satu video, beri teks dan musik, unggah, lalu ukur dampaknya ke penjualan.
Hasil: video tayang + cara mengukur
Sebelum memakai alatnya, pahami dulu apa yang sebenarnya Anda hadapi. Bagian ini menjawab kenapa video iklan buatan AI baru masuk akal sekarang, bukan dua tahun lalu.
| Tahun | Yang Terjadi | Artinya buat usaha Anda |
|---|---|---|
| 2022 | Era chatbot | ChatGPT muncul. AI baru bisa mengobrol dan menulis teks. |
| 2023 | AI bisa melihat | AI mulai membaca gambar dan dokumen. Foto produk bisa dianalisis. |
| 2024 | Video AI lahir | Sora, Kling, dan Veo muncul. Video dari teks jadi mungkin — tapi masih kaku dan mahal. |
| 2025 | AI mulai bertindak | AI bisa membuka browser dan mengerjakan tugas, bukan cuma menjawab. |
| 2026 | Video layak jual | Video AI sudah cukup bagus untuk iklan sungguhan: vertikal 9:16, ada suara, dan produk bisa dijaga konsisten lewat gambar referensi. Inilah yang kita pakai hari ini. |
Yang dibutuhkan bukan kemampuan teknis, tapi kemampuan menjelaskan apa yang Anda mau dengan spesifik. Itu keterampilan berbahasa, bukan pemrograman.
Kelihatan palsu itu akibat prompt yang malas, bukan sifat bawaan AI. Tahap 5 sampai 8 khusus membahas cara menghindarinya.
Tahap 1 sampai 7 bisa dikerjakan tanpa bayar sepeser pun. Biaya baru muncul di tahap 8, saat video benar-benar dihasilkan.
Inilah alasan kita menyusun storyboard dulu di tahap 6, bukan langsung menekan tombol generate.
Kesalahan paling umum adalah memakai satu alat untuk semua hal. Tiap alat punya kekuatan berbeda — dan memilih yang tepat menghemat waktu sekaligus kuota.
OpenAI · GPT-5.6
Google · Gemini 3.1 Pro
Anthropic · Claude Opus 5
| Kebutuhan | Alat |
|---|---|
| Menyusun storyboard iklan | Gemini — karena hasilnya langsung dipakai di Flow |
| Menulis caption dan copywriting | ChatGPT atau Claude |
| Menghasilkan video iklan | Veo 3.1 lewat Flow · alternatif: Kling 3.0, Seedance 2.0 |
| Membuat gambar produk | Dreamina, Ideogram, Canva AI |
| Menyunting dan menambah teks | CapCut |
| Riset tren dan kata kunci | Gemini, Google Trends |
| Membalas chat pelanggan otomatis | WhatsApp Business, ManyChat |
Ada banyak platform video AI. Untuk pelatihan ini kita pakai satu jalur saja, supaya peserta tidak berpindah-pindah akun dan kebingungan di tengah praktek.
Tempat menyusun storyboard dan menulis prompt video. Tahap 6 dan 7 dikerjakan di sini.
Ruang kerja video. Tempat mengunggah foto produk dan menghasilkan klip. Tahap 8 dikerjakan di sini.
Mesin pembuat videonya, bekerja di balik Flow dan Gemini. Anda tidak membukanya terpisah.
Otomatis aktif
| Kemampuan | Kenapa penting buat iklan Anda |
|---|---|
| Sampai 3 gambar referensi | Foto kemasan produk Anda dijadikan acuan, sehingga logo dan warna tetap sama di semua scene. Ini fitur terpenting hari ini. |
| Video portrait native | Langsung 9:16, tanpa perlu dipotong. Produk tidak kepotong saat diunggah ke Reels. |
| Audio ikut dihasilkan | Suara air dituang atau kemasan dibuka muncul otomatis dan sinkron. |
| Perpanjangan video | Klip yang terasa kependekan bisa disambung tanpa membuat ulang. |
| Tentukan frame awal/akhir | Sambungan antar-scene tidak melompat. |
Dua hal yang harus beres sebelum masuk praktek: berapa kuota yang Anda punya, dan foto produk yang akan jadi acuan.
| Paket | Harga | Yang didapat | Cukup untuk |
|---|---|---|---|
| Gratis | Rp 0 | Menyusun storyboard dan prompt di Gemini. Pembuatan video sangat terbatas. | Tahap 1–7 |
| Google AI Plus | Rp 75.000/bln promo Rp 37.500 × 6 bln | 200 kredit AI per bulan untuk Flow dan Whisk. Akses Veo 3.1 terbatas. | Praktek peserta |
| Google AI Pro | ~Rp 320.000/bln | Kuota jauh lebih lega, Deep Research, NotebookLM, penyimpanan 2TB. | Demo pemateri |
| Google AI Ultra | ~USD 249,99/bln | Kelas produksi, kuota video terbesar. | Agensi |
Buat scene 1, 8, dan 10 dulu — pembuka, hasil, dan penutup. Kalau ketiganya bagus, sisanya biasanya ikut bagus. Kalau jelek, yang terbuang cuma tiga kredit.
Menekan generate berulang dengan prompt yang sama hanya membakar kredit. Kalau hasil pertama meleset, ubah kalimatnya.
720p sudah cukup untuk menilai gerakan dan komposisi. Naikkan ke 1080p hanya untuk scene yang benar-benar dipakai.
Kalau habis di tengah sesi, pindah ke Dreamina atau CapCut. Alur belajarnya tetap sama.
Inilah yang membedakan video Anda dari video AI kebanyakan. Tiga foto ini nanti dijadikan acuan supaya produk tidak berubah bentuk antar-scene.
Seluruh kemasan terlihat, label menghadap kamera, posisi lurus.
Sekitar 45 derajat, supaya AI paham bentuk tiga dimensinya.
Dekat ke logo dan tulisan utama, supaya hurufnya tidak meleleh nanti.
Orang mengenali video AI dalam dua detik. Bukan karena mereka ahli, tapi karena kesalahannya selalu berulang. Kalau tahu polanya, Anda bisa menghindarinya sejak awal.
Gerakan kamera sempurna, tidak ada goyangan, cahaya rata seperti studio. Video buatan pemilik warung tidak pernah semulus itu. Justru ketidaksempurnaan yang membuatnya dipercaya.
Jari menyatu, jumlahnya salah, atau cara memegang yang tidak wajar. Solusinya bukan menghindari tangan, tapi mengarahkannya dengan kalimat spesifik.
Kemasan berganti warna antar-scene, logo meleleh, tulisan berubah jadi huruf asing. Ini paling merusak, karena pelanggan Anda hafal bentuk produknya.
Satu shot delapan detik memberi penonton waktu memperhatikan keanehan. Potongan satu detik tidak memberi kesempatan itu.
Kamera berperan sebagai mata pembeli. Yang terlihat hanya tangan. Format ini bukan sekadar tren, tapi pilihan teknis yang mengatasi tiga dari empat masalah di atas sekaligus.
Wajah AI paling gampang ketahuan, apalagi saat bicara. Tanpa wajah, masalah terbesar hilang.
Penonton Reels sudah terbiasa melihat video POV dari pemilik usaha. Formatnya sendiri sudah memberi kesan jujur.
Kamera dekat, produk memenuhi layar. Orang ingat kemasannya, bukan modelnya.
Jangan langsung minta video. Minta rencananya dulu. Satu jam menyusun storyboard menghemat puluhan kredit yang terbuang untuk percobaan asal-asalan.
Alurnya: Lapar → Solusi → Proses → Nikmati → Ajakan. Ganti isinya sesuai produk Anda, strukturnya tetap sama.
| # | Fungsi | Durasi | Isi Visual | Teks di Layar |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Hook | 0,5–1 dtk | Tangan memegang produk dekat kamera | Pertanyaan masalah |
| 2 | Masalah | 0,5–1 dtk | Situasi pembeli — produk belum muncul | Keluhan yang relate |
| 3 | Solusi | 0,5–1 dtk | Produk muncul sebagai jawaban | Nama produk |
| 4 | Buka | 1 dtk | Tangan membuka kemasan | Ajakan singkat |
| 5 | Proses A | 1 dtk | Langkah penyiapan pertama | Instruksi |
| 6 | Proses B | 1 dtk | Menunggu atau menutup | Waktu tunggu |
| 7 | Proses C | 1 dtk | Langkah terakhir sebelum jadi | Instruksi |
| 8 | Hasil | 1 dtk | Produk jadi, uap atau kilau | Kalimat menggoda |
| 9 | Nikmati | 1–1,5 dtk | Momen menyantap atau memakai | Tiga kata kunci rasa |
| 10 | CTA | 1–1,5 dtk | Produk dekat kamera lagi | Ajakan beli |
Ganti bagian dalam kurung siku dengan data usaha Anda. Semakin spesifik, semakin bagus hasilnya.
Kamu adalah sutradara iklan digital untuk UMKM Indonesia. PRODUK: [nama produk, misal: keripik pisang cokelat "Pisang Juara"] BENTUK KEMASAN: [misal: pouch plastik 250 gram, kuning, ada logo pisang] TARGET PEMBELI: [misal: ibu muda 25-35 tahun, cari camilan buat anak] MASALAH YANG DIPECAHKAN: [misal: anak bosan camilan itu-itu saja] LOKASI: [misal: meja dapur rumah, cahaya pagi dari jendela] Buatkan storyboard iklan 10 scene, total 10 detik, rasio 9:16 vertikal, gaya POV Hand -- kamera sebagai mata pembeli, hanya tangan yang terlihat. Alur wajib: Hook -> Masalah -> Solusi -> Buka -> Proses -> Hasil -> Nikmati -> CTA. Tampilkan sebagai tabel dengan kolom: No | Fungsi | Durasi | Deskripsi Visual | Teks di Layar | Suara Aturan: - Teks di layar maksimal 4 kata per scene - Scene 2 tidak boleh menampilkan produk, hanya situasi pembeli - Deskripsi visual harus menyebut posisi tangan dan arah cahaya - Tulis semua dalam Bahasa Indonesia - Langsung tampilkan tabelnya, tanpa penjelasan pembuka
Deskripsi storyboard belum bisa langsung dimasukkan ke mesin video. Harus diterjemahkan dulu ke bahasa yang dipahami Veo.
Dari tabel storyboard di atas, ubah setiap scene menjadi prompt video untuk Google Veo 3.1. Format tiap prompt, satu paragraf mengalir, dalam Bahasa Inggris: [JENIS SHOT] + [SUBJEK & AKSI TANGAN] + [PRODUK & DETAIL KEMASAN] + [LATAR & PROPERTI] + [PENCAHAYAAN] + [GERAKAN KAMERA] + [SUASANA] + [SUARA YANG TERDENGAR] Aturan penting: - Selalu awali dengan "Close-up POV shot, first person perspective" - Sebutkan "only hands visible, no face" - Sebutkan detail kemasan produk secara konsisten di semua scene - Tambahkan "slight natural handheld movement" supaya tidak terlalu mulus - Sebutkan durasi 1 detik dan rasio vertikal 9:16 - Jangan menuliskan teks overlay di dalam prompt video Beri nomor sesuai nomor scene.
Simpan daftar ini. Tempelkan ke prompt hanya saat masalahnya benar-benar muncul.
| Masalah yang muncul | Tambahkan kalimat ini |
|---|---|
| Gerakan terlalu mulus seperti iklan korporat | slight natural handheld movement, subtle camera shake |
| Jari menyatu atau jumlahnya salah | natural human hand, five fingers clearly separated |
| Cahaya terlalu sempurna seperti studio | natural window light, soft shadows, slightly uneven lighting |
| Terlihat seperti stok video | shot on smartphone, casual home setting, amateur framing |
| Makanan kurang menggugah | steam rising, glistening texture, warm appetizing tones |
| Latar terlalu ramai | shallow depth of field, product in sharp focus, background blurred |
Inilah tahap yang memakan kredit. Karena itu urutannya penting — jangan asal generate dari scene 1 sampai 10.
| Yang terjadi | Yang harus dilakukan |
|---|---|
| Kemasan produk berubah warna atau logo | Periksa apakah gambar referensi benar-benar terunggah. Lalu sebutkan warna dan tulisan kemasan secara eksplisit di prompt. |
| Jari tangan aneh | Tambahkan natural human hand, five fingers clearly separated. Jangan generate ulang dengan prompt yang sama. |
| Terlalu seperti iklan TV | Tambahkan shot on smartphone, casual home setting. |
| Gerakannya terlalu cepat atau kacau | Sederhanakan aksinya. Satu detik hanya cukup untuk satu gerakan, bukan tiga. |
| Kuota habis di tengah jalan | Pindah ke Dreamina atau CapCut untuk scene sisanya. Prompt yang sama tetap bisa dipakai dengan sedikit penyesuaian. |
Klip mentah belum jadi iklan. Bagian inilah yang mengubahnya jadi konten yang menahan jempol orang.
Video bagus yang tidak menjual itu cuma hiburan. Empat hal ini yang membedakannya.
Kalau scene 1 dan 2 tidak menahan jempol, delapan scene sisanya tidak akan pernah dilihat. Buat tiga versi hook berbeda untuk video yang sama, lalu lihat mana yang bertahan paling lama.
Jangan menjejalkan rasa baru, promo, dan info pengiriman sekaligus. Penonton hanya mengingat satu hal. Pilih satu, simpan sisanya untuk video berikutnya.
"Cek link di bio" lebih lemah daripada "Chat WA sekarang, ketik PISANG". Makin sedikit langkah antara menonton dan membeli, makin besar peluangnya.
Catat tiga angka tiap minggu: berapa yang menonton sampai habis, berapa yang klik, berapa yang chat. Tanpa catatan, Anda tidak akan tahu video mana yang sebenarnya bekerja.
Target realistis hari ini: pulang membawa satu video jadi, bukan sepuluh video setengah jadi.
| Minggu | Yang dikerjakan |
|---|---|
| Minggu 1 | Selesaikan video pertama sampai tayang. Catat berapa yang menonton sampai habis. |
| Minggu 2 | Buat video kedua untuk produk berbeda, pakai storyboard yang sama. Bandingkan hasilnya dengan video pertama. |
| Minggu 3 | Ambil video yang paling bagus angkanya, lalu buat tiga versi hook berbeda dari video itu. Uji mana yang paling kuat. |
| Minggu 4 | Susun pustaka prompt Anda sendiri — kumpulan prompt yang sudah terbukti, siap dipakai ulang tanpa mulai dari nol. |
| Alat | Status | Dipakai untuk |
|---|---|---|
| Gemini | Gratis+ | Storyboard, prompt video, riset |
| Google Flow | Langganan | Menghasilkan klip video dengan Veo 3.1 |
| CapCut | Gratis | Menyunting, teks, musik, ekspor |
| Dreamina | Gratis | Cadangan kalau kuota Flow habis |
| Kling 3.0 | Freemium | Alternatif video, kontrol multi-shot |
| Canva | Gratis | Poster dan konten statis |
| WhatsApp Business | Gratis | Menampung pesanan dari CTA video |
| Meta Business Suite | Gratis | Menjadwalkan posting dan melihat angka |
Dua tahun lalu video seperti ini butuh kamera, talent, dan tim produksi. Sekarang butuh foto produk, satu jam, dan prompt yang benar.
Harga langganan, nama versi model, dan ketersediaan fitur berubah cukup sering. Data pada materi ini berlaku per Agustus 2026 — periksa ulang sebelum sesi dimulai.