🔒 Akses Terbatas

Video Iklan AI untuk UMKM

Materi pelatihan — khusus peserta terdaftar. Isi data diri dan kode akses yang Anda terima dari panitia.

Belum punya kode? Hubungi panitia pendaftaran.
Data Anda hanya digunakan untuk keperluan pelatihan ini.
Workshop Offline · Agustus 2026

Dari Kenal AI sampai Punya Video Iklan Sendiri

Sepuluh tahap berurutan. Selesaikan satu, baru lanjut ke berikutnya. Di akhir sesi Anda pulang membawa satu video iklan produk berdurasi 10 detik yang siap tayang di Reels dan TikTok.

10
Tahap berurutan
4 jam
Total sesi
1
Video jadi
Rp 0
Untuk tahap 1–7

Peta Perjalanan Hari Ini

Tiga bagian besar. Jangan lompat — tiap tahap memakai hasil tahap sebelumnya.

Bagian A · Tahap 1–4

Bekal

Paham AI sekarang bisa apa, alat mana untuk tugas apa, dan menyiapkan akun serta bahan.

Hasil: akun siap + 3 foto produk

Bagian B · Tahap 5–8

Bikin

Kenali kenapa video AI ketahuan, rancang storyboard, ubah jadi prompt, lalu hasilkan klipnya.

Hasil: 10 klip video

Bagian C · Tahap 9–10

Tayang

Rangkai jadi satu video, beri teks dan musik, unggah, lalu ukur dampaknya ke penjualan.

Hasil: video tayang + cara mengukur

Yang perlu Anda bawa hari ini: HP, produk fisik yang mau diiklankan, dan akun Google. Tidak perlu kamera, tidak perlu talent, tidak perlu bisa edit video.
1
Bagian A · Bekal
25 menit · Belum perlu buka laptop

Kenali: AI Hari Ini Sudah Sampai Mana

Sebelum memakai alatnya, pahami dulu apa yang sebenarnya Anda hadapi. Bagian ini menjawab kenapa video iklan buatan AI baru masuk akal sekarang, bukan dua tahun lalu.

Definisi paling sederhana: AI adalah teknologi yang membuat komputer bisa belajar dari contoh, lalu mengerjakan sesuatu tanpa harus diprogram langkah per langkah. Seperti karyawan magang yang cepat belajar — berguna, tapi tetap perlu diarahkan.

Empat Tahun yang Mengubah Segalanya

TahunYang TerjadiArtinya buat usaha Anda
2022Era chatbotChatGPT muncul. AI baru bisa mengobrol dan menulis teks.
2023AI bisa melihatAI mulai membaca gambar dan dokumen. Foto produk bisa dianalisis.
2024Video AI lahirSora, Kling, dan Veo muncul. Video dari teks jadi mungkin — tapi masih kaku dan mahal.
2025AI mulai bertindakAI bisa membuka browser dan mengerjakan tugas, bukan cuma menjawab.
2026Video layak jualVideo AI sudah cukup bagus untuk iklan sungguhan: vertikal 9:16, ada suara, dan produk bisa dijaga konsisten lewat gambar referensi. Inilah yang kita pakai hari ini.

Empat Salah Kaprah yang Perlu Diluruskan

Mitos

"Harus jago IT dulu"

Yang dibutuhkan bukan kemampuan teknis, tapi kemampuan menjelaskan apa yang Anda mau dengan spesifik. Itu keterampilan berbahasa, bukan pemrograman.

Mitos

"Konten AI pasti kelihatan palsu"

Kelihatan palsu itu akibat prompt yang malas, bukan sifat bawaan AI. Tahap 5 sampai 8 khusus membahas cara menghindarinya.

Fakta

"Yang gratis sudah cukup untuk mulai"

Tahap 1 sampai 7 bisa dikerjakan tanpa bayar sepeser pun. Biaya baru muncul di tahap 8, saat video benar-benar dihasilkan.

Fakta

"Percobaan gagal tetap memakan kuota"

Inilah alasan kita menyusun storyboard dulu di tahap 6, bukan langsung menekan tombol generate.

Sebelum lanjut ke tahap 2: pastikan Anda bisa menjawab satu pertanyaan ini — apa bedanya AI tahun 2024 dan 2026 untuk kebutuhan video iklan? Jawabannya ada di baris terakhir tabel di atas.
2
Bagian A · Bekal
30 menit · Sambil buka HP

Pahami: Alat Mana untuk Tugas Apa

Kesalahan paling umum adalah memakai satu alat untuk semua hal. Tiap alat punya kekuatan berbeda — dan memilih yang tepat menghemat waktu sekaligus kuota.

Tiga Asisten Teks Utama

Terlengkap

ChatGPT

OpenAI · GPT-5.6

  • Tiga varian: Sol, Terra, Luna
  • Ekosistem paling luas
  • Kuat untuk brainstorming ide
Dipakai hari ini

Gemini

Google · Gemini 3.1 Pro

  • Satu langganan mencakup video
  • Terhubung Flow dan Veo 3.1
  • Terhubung Gmail, Drive, Docs
Paling luwes menulis

Claude

Anthropic · Claude Opus 5

  • Gaya bahasa paling natural
  • Kuat membaca dokumen panjang
  • Cocok untuk copywriting brand
Koreksi dari materi Juni 2026. Sesi sebelumnya menyebut Gemini 3.5, GPT-5.2, dan Claude 4. Ketiganya sudah tidak akurat. Gemini 3.5 Pro belum dirilis sampai hari ini — Google sudah tiga kali meleset dari targetnya sejak diumumkan Mei lalu. Yang berlaku sekarang: Gemini 3.1 Pro, GPT-5.6, dan Claude Opus 5.

Pakai yang Mana untuk Apa

KebutuhanAlat
Menyusun storyboard iklanGemini — karena hasilnya langsung dipakai di Flow
Menulis caption dan copywritingChatGPT atau Claude
Menghasilkan video iklanVeo 3.1 lewat Flow · alternatif: Kling 3.0, Seedance 2.0
Membuat gambar produkDreamina, Ideogram, Canva AI
Menyunting dan menambah teksCapCut
Riset tren dan kata kunciGemini, Google Trends
Membalas chat pelanggan otomatisWhatsApp Business, ManyChat
Sebelum lanjut ke tahap 3: Anda tidak perlu hafal semuanya. Cukup ingat satu hal — hari ini kita hanya memakai jalur Gemini, dan alasannya dijelaskan di tahap berikutnya.
3
Bagian A · Bekal
15 menit

Pilih Jalur: Kenapa Kita Pakai Ekosistem Gemini

Ada banyak platform video AI. Untuk pelatihan ini kita pakai satu jalur saja, supaya peserta tidak berpindah-pindah akun dan kebingungan di tengah praktek.

Alat 1

Gemini

Tempat menyusun storyboard dan menulis prompt video. Tahap 6 dan 7 dikerjakan di sini.

gemini.google.com ↗

Alat 2

Google Flow

Ruang kerja video. Tempat mengunggah foto produk dan menghasilkan klip. Tahap 8 dikerjakan di sini.

labs.google/flow ↗

Mesin

Veo 3.1

Mesin pembuat videonya, bekerja di balik Flow dan Gemini. Anda tidak membukanya terpisah.

Otomatis aktif

Lima Kemampuan Veo 3.1 yang Kita Manfaatkan

KemampuanKenapa penting buat iklan Anda
Sampai 3 gambar referensiFoto kemasan produk Anda dijadikan acuan, sehingga logo dan warna tetap sama di semua scene. Ini fitur terpenting hari ini.
Video portrait nativeLangsung 9:16, tanpa perlu dipotong. Produk tidak kepotong saat diunggah ke Reels.
Audio ikut dihasilkanSuara air dituang atau kemasan dibuka muncul otomatis dan sinkron.
Perpanjangan videoKlip yang terasa kependekan bisa disambung tanpa membuat ulang.
Tentukan frame awal/akhirSambungan antar-scene tidak melompat.
Kalau nanti kuota habis di tengah sesi, jalur cadangannya adalah Dreamina atau CapCut yang gratis. Kualitasnya berbeda, tapi seluruh alur belajar di tahap 5 sampai 9 tetap berlaku sama.
Sebelum lanjut ke tahap 4: buka gemini.google.com dan labs.google/flow di HP atau laptop Anda sekarang. Pastikan keduanya bisa dibuka dan Anda sudah masuk dengan akun Google.
4
Bagian A · Bekal
25 menit · Praktek pertama

Siapkan: Kuota dan Bahan

Dua hal yang harus beres sebelum masuk praktek: berapa kuota yang Anda punya, dan foto produk yang akan jadi acuan.

A. Pilih Paket yang Masuk Akal

PaketHargaYang didapatCukup untuk
GratisRp 0Menyusun storyboard dan prompt di Gemini. Pembuatan video sangat terbatas.Tahap 1–7
Google AI PlusRp 75.000/bln
promo Rp 37.500 × 6 bln
200 kredit AI per bulan untuk Flow dan Whisk. Akses Veo 3.1 terbatas.Praktek peserta
Google AI Pro~Rp 320.000/blnKuota jauh lebih lega, Deep Research, NotebookLM, penyimpanan 2TB.Demo pemateri
Google AI Ultra~USD 249,99/blnKelas produksi, kuota video terbesar.Agensi
Cek langsung sebelum berlangganan. Harga dan isi paket Google berubah cukup sering, dan paket mana yang membuka Flow sempat berbeda antar-sumber. Buka one.google.com dan lihat halaman harganya sendiri. Angka di atas berlaku per Agustus 2026.

B. Empat Cara Menghemat Kredit

Jangan bikin 10 scene sekaligus

Buat scene 1, 8, dan 10 dulu — pembuka, hasil, dan penutup. Kalau ketiganya bagus, sisanya biasanya ikut bagus. Kalau jelek, yang terbuang cuma tiga kredit.

Perbaiki prompt, bukan keberuntungan

Menekan generate berulang dengan prompt yang sama hanya membakar kredit. Kalau hasil pertama meleset, ubah kalimatnya.

Latihan pakai resolusi rendah

720p sudah cukup untuk menilai gerakan dan komposisi. Naikkan ke 1080p hanya untuk scene yang benar-benar dipakai.

Siapkan jalur cadangan

Kalau habis di tengah sesi, pindah ke Dreamina atau CapCut. Alur belajarnya tetap sama.

C. Foto Produk: Bahan Paling Menentukan

Inilah yang membedakan video Anda dari video AI kebanyakan. Tiga foto ini nanti dijadikan acuan supaya produk tidak berubah bentuk antar-scene.

Foto 1

Tampak Depan

Seluruh kemasan terlihat, label menghadap kamera, posisi lurus.

Foto 2

Tampak Miring

Sekitar 45 derajat, supaya AI paham bentuk tiga dimensinya.

Foto 3

Detail Logo

Dekat ke logo dan tulisan utama, supaya hurufnya tidak meleleh nanti.

Cara memotretnya cukup pakai HP. Letakkan produk di dekat jendela pada siang hari, taruh di atas kertas atau kain polos, matikan lampu blitz, lalu potret dari jarak sekitar 30 sentimeter. Tidak perlu studio, tidak perlu lampu tambahan.
Berhenti di sini sampai tiga hal ini selesai: akun Gemini bisa dibuka, Flow bisa dibuka, dan tiga foto produk sudah ada di HP Anda. Tahap 5 sampai 10 tidak akan berjalan tanpa ketiganya.
5
Bagian B · Bikin
20 menit

Kenali Musuhnya: Kenapa Video AI Ketahuan

Orang mengenali video AI dalam dua detik. Bukan karena mereka ahli, tapi karena kesalahannya selalu berulang. Kalau tahu polanya, Anda bisa menghindarinya sejak awal.

Ciri 1

Terlalu Mulus

Gerakan kamera sempurna, tidak ada goyangan, cahaya rata seperti studio. Video buatan pemilik warung tidak pernah semulus itu. Justru ketidaksempurnaan yang membuatnya dipercaya.

Ciri 2

Tangan dan Jari Aneh

Jari menyatu, jumlahnya salah, atau cara memegang yang tidak wajar. Solusinya bukan menghindari tangan, tapi mengarahkannya dengan kalimat spesifik.

Ciri 3

Produk Berubah Bentuk

Kemasan berganti warna antar-scene, logo meleleh, tulisan berubah jadi huruf asing. Ini paling merusak, karena pelanggan Anda hafal bentuk produknya.

Ciri 4

Scene Kepanjangan

Satu shot delapan detik memberi penonton waktu memperhatikan keanehan. Potongan satu detik tidak memberi kesempatan itu.

Prinsip yang dipakai seluruh materi ini: kita tidak melawan keterbatasan AI. Kita menyusun iklan yang keterbatasannya tidak sempat kelihatan — potongan pendek, tangan sebagai pemeran utama, dan produk dikunci lewat foto referensi.

Jawabannya: Format POV Hand

Kamera berperan sebagai mata pembeli. Yang terlihat hanya tangan. Format ini bukan sekadar tren, tapi pilihan teknis yang mengatasi tiga dari empat masalah di atas sekaligus.

Tidak perlu wajah

Wajah AI paling gampang ketahuan, apalagi saat bicara. Tanpa wajah, masalah terbesar hilang.

Terasa buatan sendiri

Penonton Reels sudah terbiasa melihat video POV dari pemilik usaha. Formatnya sendiri sudah memberi kesan jujur.

Produk jadi bintang

Kamera dekat, produk memenuhi layar. Orang ingat kemasannya, bukan modelnya.

Sebelum lanjut ke tahap 6: lihat sekali lagi keempat ciri di atas. Nanti setelah klip pertama jadi, Anda akan memeriksanya memakai daftar yang sama.
6
Bagian B · Bikin
30 menit · Dikerjakan di Gemini

Rancang: Storyboard 10 Scene

Jangan langsung minta video. Minta rencananya dulu. Satu jam menyusun storyboard menghemat puluhan kredit yang terbuang untuk percobaan asal-asalan.

Struktur yang Sudah Terbukti

Alurnya: Lapar → Solusi → Proses → Nikmati → Ajakan. Ganti isinya sesuai produk Anda, strukturnya tetap sama.

#FungsiDurasiIsi VisualTeks di Layar
1Hook0,5–1 dtkTangan memegang produk dekat kameraPertanyaan masalah
2Masalah0,5–1 dtkSituasi pembeli — produk belum munculKeluhan yang relate
3Solusi0,5–1 dtkProduk muncul sebagai jawabanNama produk
4Buka1 dtkTangan membuka kemasanAjakan singkat
5Proses A1 dtkLangkah penyiapan pertamaInstruksi
6Proses B1 dtkMenunggu atau menutupWaktu tunggu
7Proses C1 dtkLangkah terakhir sebelum jadiInstruksi
8Hasil1 dtkProduk jadi, uap atau kilauKalimat menggoda
9Nikmati1–1,5 dtkMomen menyantap atau memakaiTiga kata kunci rasa
10CTA1–1,5 dtkProduk dekat kamera lagiAjakan beli
Kenapa scene 2 tidak boleh menampilkan produk? Karena penonton harus mengenali dirinya sendiri dulu sebelum peduli pada jualan Anda. Scene 2 adalah satu-satunya tempat Anda membahas mereka, bukan produk.

Prompt 1 — Salin ke Gemini

Ganti bagian dalam kurung siku dengan data usaha Anda. Semakin spesifik, semakin bagus hasilnya.

Kamu adalah sutradara iklan digital untuk UMKM Indonesia.

PRODUK: [nama produk, misal: keripik pisang cokelat "Pisang Juara"]
BENTUK KEMASAN: [misal: pouch plastik 250 gram, kuning, ada logo pisang]
TARGET PEMBELI: [misal: ibu muda 25-35 tahun, cari camilan buat anak]
MASALAH YANG DIPECAHKAN: [misal: anak bosan camilan itu-itu saja]
LOKASI: [misal: meja dapur rumah, cahaya pagi dari jendela]

Buatkan storyboard iklan 10 scene, total 10 detik, rasio 9:16 vertikal,
gaya POV Hand -- kamera sebagai mata pembeli, hanya tangan yang terlihat.

Alur wajib: Hook -> Masalah -> Solusi -> Buka -> Proses -> Hasil -> Nikmati -> CTA.

Tampilkan sebagai tabel dengan kolom:
No | Fungsi | Durasi | Deskripsi Visual | Teks di Layar | Suara

Aturan:
- Teks di layar maksimal 4 kata per scene
- Scene 2 tidak boleh menampilkan produk, hanya situasi pembeli
- Deskripsi visual harus menyebut posisi tangan dan arah cahaya
- Tulis semua dalam Bahasa Indonesia
- Langsung tampilkan tabelnya, tanpa penjelasan pembuka
Latihan tahap 6: jalankan prompt di atas untuk produk Anda sendiri. Baca hasilnya, lalu perbaiki minimal dua scene yang terasa kurang pas. Jangan lanjut sebelum tabel 10 scene Anda benar-benar jadi.
7
Bagian B · Bikin
25 menit · Masih di Gemini

Terjemahkan: Dari Storyboard ke Prompt Video

Deskripsi storyboard belum bisa langsung dimasukkan ke mesin video. Harus diterjemahkan dulu ke bahasa yang dipahami Veo.

Prompt 2 — Lanjutkan di Percakapan yang Sama

Dari tabel storyboard di atas, ubah setiap scene menjadi prompt video
untuk Google Veo 3.1.

Format tiap prompt, satu paragraf mengalir, dalam Bahasa Inggris:
[JENIS SHOT] + [SUBJEK & AKSI TANGAN] + [PRODUK & DETAIL KEMASAN] +
[LATAR & PROPERTI] + [PENCAHAYAAN] + [GERAKAN KAMERA] + [SUASANA] +
[SUARA YANG TERDENGAR]

Aturan penting:
- Selalu awali dengan "Close-up POV shot, first person perspective"
- Sebutkan "only hands visible, no face"
- Sebutkan detail kemasan produk secara konsisten di semua scene
- Tambahkan "slight natural handheld movement" supaya tidak terlalu mulus
- Sebutkan durasi 1 detik dan rasio vertikal 9:16
- Jangan menuliskan teks overlay di dalam prompt video

Beri nomor sesuai nomor scene.
Kenapa prompt videonya berbahasa Inggris? Mesin video dilatih terutama dengan keterangan berbahasa Inggris, jadi istilah sinematik seperti close-up, backlit, atau shallow depth of field ditangkap jauh lebih akurat. Teks yang muncul di layar tetap Bahasa Indonesia — itu ditambahkan nanti di tahap 9.

Kalimat Ajaib untuk Hasil Natural

Simpan daftar ini. Tempelkan ke prompt hanya saat masalahnya benar-benar muncul.

Masalah yang munculTambahkan kalimat ini
Gerakan terlalu mulus seperti iklan korporatslight natural handheld movement, subtle camera shake
Jari menyatu atau jumlahnya salahnatural human hand, five fingers clearly separated
Cahaya terlalu sempurna seperti studionatural window light, soft shadows, slightly uneven lighting
Terlihat seperti stok videoshot on smartphone, casual home setting, amateur framing
Makanan kurang menggugahsteam rising, glistening texture, warm appetizing tones
Latar terlalu ramaishallow depth of field, product in sharp focus, background blurred
Jangan menumpuk semuanya. Memasukkan enam kalimat sekaligus justru membuat hasilnya kacau. Pakai maksimal tiga, sesuai masalah yang benar-benar terlihat di hasil pertama.
Latihan tahap 7: pastikan Anda punya 10 prompt video yang sudah bernomor. Salin semuanya ke catatan HP — nanti dipakai satu per satu di tahap 8.
8
Bagian B · Bikin
40 menit · Dikerjakan di Google Flow

Buat: Hasilkan Klipnya

Inilah tahap yang memakan kredit. Karena itu urutannya penting — jangan asal generate dari scene 1 sampai 10.

  1. Unggah tiga foto produk sebagai gambar referensi. Ini langkah yang paling sering dilewati orang, dan justru paling menentukan. Tanpa ini, kemasan Anda akan berubah bentuk antar-scene.
  2. Atur rasio ke 9:16 dan resolusi 720p. Untuk latihan, 720p sudah cukup. Naikkan nanti hanya untuk klip yang benar-benar dipakai.
  3. Mulai dari scene 1, 8, dan 10. Pembuka, hasil, dan penutup. Tiga scene ini yang paling menentukan apakah videonya bekerja. Kalau ketiganya bagus, lanjutkan. Kalau tidak, perbaiki prompt dulu.
  4. Periksa hasilnya dengan daftar tahap 5. Tangannya wajar? Kemasan sama persis? Gerakannya tidak terlalu mulus? Kalau ada yang meleset, tambahkan kalimat ajaib dari tahap 7.
  5. Lanjutkan scene sisanya setelah ketiga scene penentu lolos.
  6. Simpan tiap klip yang lolos. Targetnya sepuluh klip pendek terpisah, bukan satu video panjang.

Kalau Hasilnya Meleset

Yang terjadiYang harus dilakukan
Kemasan produk berubah warna atau logoPeriksa apakah gambar referensi benar-benar terunggah. Lalu sebutkan warna dan tulisan kemasan secara eksplisit di prompt.
Jari tangan anehTambahkan natural human hand, five fingers clearly separated. Jangan generate ulang dengan prompt yang sama.
Terlalu seperti iklan TVTambahkan shot on smartphone, casual home setting.
Gerakannya terlalu cepat atau kacauSederhanakan aksinya. Satu detik hanya cukup untuk satu gerakan, bukan tiga.
Kuota habis di tengah jalanPindah ke Dreamina atau CapCut untuk scene sisanya. Prompt yang sama tetap bisa dipakai dengan sedikit penyesuaian.
Target tahap 8: minimal tiga klip berhasil. Kalau waktu sesi terbatas, tiga klip sudah cukup untuk lanjut ke tahap 9 — sisanya dikerjakan di rumah.
9
Bagian C · Tayang
20 menit · Di CapCut

Rangkai dan Tayangkan

Klip mentah belum jadi iklan. Bagian inilah yang mengubahnya jadi konten yang menahan jempol orang.

Yang wajib ditambahkan

  • Teks besar per scene, maksimal empat kata, muncul dengan efek pop-up
  • Musik latar yang sedang ramai dipakai di platform
  • Suara asli seperti air dituang atau kemasan dibuka
  • Tombol CTA di scene terakhir

Yang bikin terasa asli

  • Potong tepat di ketukan musik, bukan di durasi rata
  • Cut cepat saja — jangan pakai transisi mewah
  • Sisakan sedikit guncangan kamera
  • Jangan koreksi warna berlebihan
Urutan menyunting yang paling cepat: susun klip sesuai nomor scene → pasang musik → geser potongan supaya pas ketukan → baru tambahkan teks. Kalau teks dipasang duluan, Anda akan mengulang semuanya saat menggeser potongan.
Target tahap 9: satu video utuh sudah jadi, sudah ada teks dan musik, dan sudah diekspor dalam format vertikal. Unggah sebelum meninggalkan ruangan.
10
Bagian C · Tayang
20 menit

Supaya Berdampak ke Penjualan

Video bagus yang tidak menjual itu cuma hiburan. Empat hal ini yang membedakannya.

01

Tiga Detik Pertama Menentukan Sisanya

Kalau scene 1 dan 2 tidak menahan jempol, delapan scene sisanya tidak akan pernah dilihat. Buat tiga versi hook berbeda untuk video yang sama, lalu lihat mana yang bertahan paling lama.

02

Satu Video, Satu Pesan

Jangan menjejalkan rasa baru, promo, dan info pengiriman sekaligus. Penonton hanya mengingat satu hal. Pilih satu, simpan sisanya untuk video berikutnya.

03

Ajakan Harus Bisa Dikerjakan Saat Itu Juga

"Cek link di bio" lebih lemah daripada "Chat WA sekarang, ketik PISANG". Makin sedikit langkah antara menonton dan membeli, makin besar peluangnya.

04

Ukur, Jangan Menebak

Catat tiga angka tiap minggu: berapa yang menonton sampai habis, berapa yang klik, berapa yang chat. Tanpa catatan, Anda tidak akan tahu video mana yang sebenarnya bekerja.

Aturan Main yang Perlu Dipatuhi

Boleh

  • Memakai AI untuk memvisualkan produk yang benar-benar Anda jual
  • Menandai konten sebagai buatan AI kalau diminta platform
  • Menampilkan proses penyiapan yang memang seperti itu adanya
  • Menambahkan cerita nyata usaha Anda ke dalam teksnya

Jangan

  • Menampilkan porsi atau isi kemasan lebih besar dari aslinya
  • Membuat testimoni palsu dengan wajah atau suara AI
  • Memakai wajah orang lain tanpa izin, termasuk selebritas
  • Menjanjikan khasiat yang tidak bisa dibuktikan
Ini bukan cuma soal etika. Sejak 2 Agustus 2026, aturan transparansi AI di Uni Eropa resmi berlaku dan mewajibkan konten buatan AI ditandai. Indonesia belum punya aturan setara, tapi arah regulasinya jelas — dan Meta serta TikTok sudah lebih dulu menerapkan penandaan sendiri. Membiasakan diri sekarang lebih murah daripada memperbaiki belakangan.
Penutup

Bawa Pulang

Target realistis hari ini: pulang membawa satu video jadi, bukan sepuluh video setengah jadi.

Yang harus selesai di kelas

  • Tiga foto produk sudah diunggah ke Flow
  • Storyboard 10 scene sudah berupa tabel
  • Sepuluh prompt video sudah tertulis dan bernomor
  • Minimal tiga klip berhasil dibuat
  • Satu video utuh sudah dirangkai dan diunggah

Yang dikerjakan di rumah

  • Selesaikan tujuh scene sisanya
  • Buat dua versi hook berbeda untuk video yang sama
  • Catat angkanya setelah tiga hari tayang
  • Simpan prompt yang berhasil ke catatan HP
  • Ulangi untuk produk kedua memakai storyboard yang sama

Rencana Empat Minggu

MingguYang dikerjakan
Minggu 1Selesaikan video pertama sampai tayang. Catat berapa yang menonton sampai habis.
Minggu 2Buat video kedua untuk produk berbeda, pakai storyboard yang sama. Bandingkan hasilnya dengan video pertama.
Minggu 3Ambil video yang paling bagus angkanya, lalu buat tiga versi hook berbeda dari video itu. Uji mana yang paling kuat.
Minggu 4Susun pustaka prompt Anda sendiri — kumpulan prompt yang sudah terbukti, siap dipakai ulang tanpa mulai dari nol.
Nilai sesungguhnya dari pelatihan ini bukan satu video yang jadi hari ini, melainkan kumpulan prompt yang bisa Anda pakai berulang. Video pertama makan waktu tiga jam. Video kelima biasanya cuma tiga puluh menit.

Direktori Alat

AlatStatusDipakai untuk
GeminiGratis+Storyboard, prompt video, riset
Google FlowLanggananMenghasilkan klip video dengan Veo 3.1
CapCutGratisMenyunting, teks, musik, ekspor
DreaminaGratisCadangan kalau kuota Flow habis
Kling 3.0FreemiumAlternatif video, kontrol multi-shot
CanvaGratisPoster dan konten statis
WhatsApp BusinessGratisMenampung pesanan dari CTA video
Meta Business SuiteGratisMenjadwalkan posting dan melihat angka

Alatnya Sudah Ada. Tinggal Dipakai.

Dua tahun lalu video seperti ini butuh kamera, talent, dan tim produksi. Sekarang butuh foto produk, satu jam, dan prompt yang benar.

Tanya Lewat WhatsApp Prompt Architect Materi Lainnya

Sumber Data

  1. Google — Veo 3.1 updates in Flow
  2. Google AI for Developers — Generate videos with Veo 3.1
  3. TechCrunch — Google releases three new Gemini models, but no 3.5 Pro
  4. Hybrid.co.id — Paket langganan Google AI di Indonesia
  5. EU Artificial Intelligence Act — Pasal 50 tentang transparansi

Harga langganan, nama versi model, dan ketersediaan fitur berubah cukup sering. Data pada materi ini berlaku per Agustus 2026 — periksa ulang sebelum sesi dimulai.