Laptop Kerja · AMD Ryzen AI 400 Series

ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD), Kembarannya Si Intel yang Ternyata Nggak Kembar-Kembar Amat

Bodinya mirip, harganya lebih murah, tapi ada beberapa angka di dalamnya yang lompatannya lumayan jauh. Catatan dari gathering ASUS di Surabaya.

ASUS ExpertBook P5 G2 AMD dengan prosesor AMD Ryzen AI 400 Series

Kamis siang, 27 Agustus 2026, di Hotel Morazen Surabaya, saya duduk di antara sekumpulan blogger dan Kompasianer Jatim sambil memikirkan satu pertanyaan yang agak mengganjal.

Beberapa minggu lalu saya menulis soal ExpertBook P5 G2 versi Intel Core Ultra. Laptopnya sudah bagus. Ringan, kuat, aman.

Lalu ASUS bikin versi AMD-nya.

Pertanyaannya sederhana: buat apa?

Jawabannya baru kelihatan setelah dua lembar spesifikasinya saya sandingkan berdampingan. Ternyata ini bukan sekadar tukar merek chip.

1,27 kgBerat mulai dari
96 GBRAM maksimal
14″ OLEDOpsi layar baru
Wi-Fi 7Konektivitas

Yang Beda Duluan: RAM-nya Naik Setengah Lagi

Versi Intel mentok di 64GB. Versi AMD ini bisa diisi sampai 96GB DDR5 lewat dua slot SO-DIMM.

96GB bukan angka yang biasa nangkring di laptop bisnis 14 inci. Itu kapasitas yang biasanya baru kepakai kalau kamu sudah mulai main virtual machine, buka dataset gede, atau punya kebiasaan buruk nggak pernah nutup aplikasi.

Yang menarik dari dua-duanya: RAM-nya masih bisa dibongkar-pasang sendiri. Di kelas laptop tipis yang mayoritas sudah pakai RAM tanam, ini termasuk barang langka.

Soal NPU, Jangan Kemakan Angka Tertingginya

Di brosur, varian tertinggi AMD — Ryzen AI 9 HX 470 — tertulis 55 TOPS. Sedikit di atas versi Intel.

Tapi ada catatan kecil yang gampang kelewat: varian itu tersedia lewat skema project, bukan yang nangkring di rak toko.

Unit ritel yang benar-benar bisa kamu beli hari ini pakai Ryzen AI 7 445, dengan NPU 50 TOPS. Angka yang sama persis dengan Core Ultra 7 di versi Intel.

Jadi kalau yang dicari performa AI dari unit yang bisa dibawa pulang hari ini, dua-duanya setara.

ASUS ExpertBook P5 G2 AMD di atas meja kerja
Bodi 1,27kg — 110 gram lebih ringan dari versi Intel.

Layarnya Sekarang Ada Pilihan OLED

Ini pembeda yang paling kentara.

Versi Intel cuma menawarkan satu jenis panel: IPS WQXGA 400 nits. Titik.

Versi AMD dikasih dua pilihan — IPS 2,5K dengan refresh rate 144Hz buat yang butuh scrolling mulus, atau OLED WUXGA dengan cakupan DCI-P3 100% buat yang kerjanya berurusan sama warna.

Kalau kerjaan harianmu banyak review materi campaign atau cek warna desain sebelum kirim ke klien, varian OLED ini yang lebih masuk akal.

Selisih 110 Gram yang Ternyata Kerasa

Versi Intel mulai 1,38kg. Versi AMD mulai 1,27kg.

Beda 110 gram — kira-kira seberat sebungkus kopi sachet. Kecil di atas kertas. Tapi coba tanya orang yang tiap hari naik-turun ojek online sambil nenteng tas laptop.

Baterainya juga lebih gede: 70Wh dibanding 65Wh. ASUS mengklaim tahan sampai 22,5 jam untuk pemakaian aplikasi office pada umumnya — angka yang perlu dibaca sebagai skenario ideal, bukan janji.

Konektivitasnya Loncat Satu Generasi

Versi Intel masih WiFi 6E. Versi AMD sudah WiFi 7.

Port-nya juga ganti: USB4 Type-C menggantikan Thunderbolt 4, dan HDMI naik ke versi 2.1. Yang tetap sama, port RJ45 LAN masih ada — jadi kalau harus presentasi di kantor klien yang proyektornya masih zaman kabel, kamu nggak perlu bawa dongle.

Jadi, Intel atau AMD?

Biar gampang, saya taruh berdampingan:

P5 G2 (Intel) P5 G2 (AMD)
Prosesor ritel Core Ultra 7 356H Ryzen AI 7 445
NPU (unit ritel) 50 TOPS 50 TOPS
NPU tertinggi 50 TOPS 55 TOPS (via project)
RAM maksimal 64GB 96GB
Storage maksimal hingga 3TB hingga 3TB
Pilihan layar IPS WQXGA saja IPS 144Hz atau OLED
Bobot mulai 1,38kg mulai 1,27kg
Baterai 65Wh 70Wh
Wireless WiFi 6E WiFi 7
Port utama 2x Thunderbolt 4 USB4 + USB-C
Adapter 65W 90W
Ketahanan MIL-STD-810H MIL-STD-810H
Harga mulai Rp22.899.000 Rp19.799.000

Satu hal yang tetap sama di kedua versi: lapisan keamanan ExpertGuardian, sertifikasi Windows 11 Secured-core PC, dan BIOS standar NIST SP 800-155. Bedanya, versi AMD datang dengan komitmen pembaruan firmware selama lima tahun — durasi yang pas buat laptop kantor yang biasanya dipakai sampai masa depresiasinya habis.

Sesi Siksa Laptop yang Bikin Ruangan Hening Sebentar

Bagian paling seru dari gathering kemarin bukan waktu dengar paparan spesifikasi.

Tapi waktu unit demonya dijatuhkan di depan mata semua yang hadir.

Refleks pertama tentu saja ngeri — laptop setipis dan seringan ini, wajar kalau dikira bakal penyok. Ternyata layarnya mulus, laptopnya tetap menyala, dan langsung bisa dipakai kerja lagi begitu diangkat.

Menurut ASUS, unit ini melewati 157 prosedur uji ketahanan sebelum lolos sertifikasi MIL-STD-810H.

Setelah itu giliran air. Segelas penuh dituang langsung ke keyboard yang sedang menyala.

Demo uji jatuh dan uji tumpahan air pada ASUS ExpertBook P5 G2 AMD
Dua uji di depan mata peserta: dijatuhkan ke lantai, lalu disiram air dari teko.

Belum selesai. Berikutnya laptop itu digantungi kettlebell — digantung lewat tali yang diikat ke bodinya, lalu diangkat.

Engselnya tidak lepas. Bodinya tidak bengkok.

Demo ketahanan engsel ASUS ExpertBook P5 G2 AMD dengan beban kettlebell
Uji beban engsel, dan ekspresi lega presenter setelah semuanya selamat.
Catatan dari ruang acara: ASUS juga menyinggung komitmen lingkungan mereka — pengurangan jejak karbon 30% sudah tercapai di 2025, dengan target 100% pada 2030. Bukan bagian yang biasanya jadi headline, tapi cukup relevan buat perusahaan yang produknya dipakai jutaan orang tiap hari.

Yang Nggak Ada di Rilis Media

Gathering ini digelar bareng Cak.Kaji — Cangkrukan Kompasianer Jatim. Jadi selain sesi produk, ada juga bagian yang nggak masuk press release mana pun: ngobrol santai sama sesama penulis blog yang selama ini cuma saling kenal lewat kolom komentar.

Ada yang datang dari Lamongan, ada yang dari Malang, ada yang sudah ngeblog belasan tahun. Sama-sama duduk di meja yang sama, sama-sama motret laptop dari sudut yang paling bagus buat konten.

Suasana gathering dan foto bersama Cangkrukan Kompasianer Jatim di Hotel Morazen Surabaya
Ngobrol bareng peserta lain, lalu ditutup foto bersama Cak.Kaji.

Spesifikasi Lengkap

OS Windows 11 Pro / Home 64-bit
CPU AMD Ryzen™ AI 7 445 (8MB Cache, hingga 4,6GHz, 6 Cores/12 Threads) — unit ritel Indonesia. Varian project: Ryzen™ AI 9 HX 470 (24MB Cache, hingga 5,2GHz, 12 Cores/24 Threads). Tersedia juga Ryzen™ AI 5 330
NPU Hingga 55 TOPS (varian project), 50 TOPS pada unit ritel
GPU AMD Radeon™ 840M / 820M, arsitektur RDNA 3.5
Memory 16GB DDR5 5600 MT/s, 2x SO-DIMM, dapat di-upgrade hingga 96GB
Storage Dual slot M.2 PCIe® 4.0 — M.2 2280 hingga 2TB + M.2 2230 hingga 1TB (total hingga 3TB)
Display 14″ WQXGA (2560×1600) IPS 144Hz, 100% sRGB, 400 nits — atau 14″ WUXGA (1920×1200) OLED, 100% DCI-P3, 300 nits. Rasio 16:10, screen-to-body 86%
I/O Ports 1x USB4® Type-C, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C®, 2x USB 3.2 Gen 1 Type-A, HDMI® v2.1, combo audio jack, Nano Kensington® lock slot, RJ45 LAN
Kamera 5MP + IR camera dengan Webcam Shield (atau FHD camera + Webcam Shield)
Wireless WiFi 7 (802.11be) triple band 2×2 + Bluetooth® 5.4
Audio 2x speaker dengan teknologi Dirac, 2x array microphone, ASUS AI Noise-Canceling Technology
Berat Mulai dari 1,27kg
Dimensi 312,7 × 227,1 × 10,43–17,95mm
Baterai 70Wh, 4 cell Li-Polymer — klaim hingga 22,5 jam untuk aplikasi office
Keamanan Windows 11 Secured-core PC, BIOS NIST SP 800-155, TPM 2.0, fingerprint sensor, Webcam Privacy Shield, Nano Kensington® lock slot. Pembaruan firmware 5 tahun
Keyboard Full-size, key travel 1,5mm, backlit, tahan tumpahan hingga 66cc
Software MyASUS, ASUS MyExpert, AI ExpertMeet, AI Camera with MEP, dukungan Windows Copilot+ PC
Adapter 90W USB Type-C®, pengisian hingga 65% dalam 49 menit
Ketahanan MIL-STD-810H, lolos 157 prosedur uji
Sertifikasi EPEAT Gold Climate+, ENERGY STAR® 9.0, TCO 10.0, FSC Recycle, WEEE, RoHS, TÜV Rheinland, PCR 27%
Harga Rp21.599.000 (PM5406CGA) / Rp19.799.000 (PM5406CKA)

Soal Harga

ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) hadir dalam dua kode SKU:

SKU Tertinggi
PM5406CGA
Rp21.599.000
SKU Efisien
PM5406CKA
Rp19.799.000

Rilis media resmi tidak merinci konfigurasi prosesor dan jenis layar mana yang dipasangkan ke masing-masing kode SKU. Jadi kalau kamu mengincar varian OLED secara spesifik, sebaiknya konfirmasi dulu ke toko atau tim ASUS Business sebelum bayar.

Untuk pembanding, versi Intel dibanderol Rp26.399.000 (Core Ultra 7) dan Rp22.899.000 (Core Ultra 5). Artinya versi AMD masuk di titik harga yang lebih rendah.

Layanan Purna Jualnya

  • Komitmen layanan 5 business day service
  • On-site service — teknisi datang ke lokasi
  • Full part warranty, termasuk baterai dan adapter selama masa garansi
  • Garansi hingga 3 tahun dengan layanan storage retention untuk keamanan data

Versi Videonya

Sebagian momen dari acara ini juga saya rekam dalam format pendek — termasuk penjelasan soal kenapa fitur AI di laptop ini tetap jalan walau internetnya mati. Klik gambarnya untuk menonton di Instagram.

Video pendek ASUS ExpertBook P5 G2 AMD dari gathering Surabaya
Tonton di Instagram → · AI di ExpertBook P5 G2 berjalan lokal lewat NPU, tanpa perlu koneksi internet.

Liputan Lain dari Acara yang Sama

Beberapa teman blogger yang hadir juga menulis catatannya masing-masing, dengan sudut pandang yang berbeda-beda:

Buat Siapa Laptop Ini?

Kalau kerjaan harianmu cuma ngetik, email, dan video call, versi Intel dan AMD sama enaknya dipakai. Bedanya baru kerasa waktu kerjaan mulai butuh RAM besar, storage lega, atau layar yang warnanya bisa dipercaya.

Untuk itu, versi AMD ini terasa seperti P5 G2 yang di-upgrade diam-diam — bodi mirip, harga lebih rendah, tapi jeroannya dikasih ruang napas lebih lega. Paket yang cukup sulit ditolak buat profesional dan pemilik usaha kecil-menengah, kecuali kalau anggarannya yang menolak duluan.

Bagikan artikel ini
Ditulis ulang dari rilis pers resmi ASUS Indonesia (Surabaya, 27 Agustus 2026), dilengkapi catatan langsung dari gathering media di Hotel Morazen, Surabaya.
Foto produk: dokumentasi resmi ASUS ExpertBook P5 G2 (PM5406). Foto acara: dokumentasi pribadi.
Seluruh angka performa, kapasitas, dan klaim ketahanan merujuk pada rilis media resmi ASUS Indonesia serta lembar spesifikasi produk. Angka daya tahan baterai 22,5 jam adalah klaim ASUS untuk skenario aplikasi office pada umumnya, bukan hasil pengujian independen. Harga, ketersediaan varian prosesor by project, dan pemetaan SKU ke konfigurasi dapat berubah sewaktu-waktu — konfirmasi ke ASUS atau mitra penjualan resmi untuk informasi terkini.

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *